<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tukangsapu</title>
	<atom:link href="http://tukangsapumasjid.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tukangsapumasjid.wordpress.com</link>
	<description>hiruk pikuk dunia kita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Nov 2009 14:35:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='tukangsapumasjid.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/78f580b909339671413c6c99be0e7aff?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Tukangsapu</title>
		<link>http://tukangsapumasjid.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>DELAPAN KADO INDAH</title>
		<link>http://tukangsapumasjid.wordpress.com/2009/11/11/delapan-kado-indah/</link>
		<comments>http://tukangsapumasjid.wordpress.com/2009/11/11/delapan-kado-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 14:34:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangsapumasjid</dc:creator>
				<category><![CDATA[sekilas info]]></category>
		<category><![CDATA[delapan]]></category>
		<category><![CDATA[indah]]></category>
		<category><![CDATA[kado]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangsapumasjid.wordpress.com/?p=537</guid>
		<description><![CDATA[KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.
MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangsapumasjid.wordpress.com&blog=4373880&post=537&subd=tukangsapumasjid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>KEHADIRAN<br />
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.</p>
<p>MENDENGAR<br />
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.<span id="more-537"></span></p>
<p>DIAM<br />
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya &#8220;ruang&#8221;. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.</p>
<p>KEBEBASAN<br />
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan . Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah &#8220;Kau bebas berbuat semaumu&#8221;. Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.</p>
<p>KEINDAHAN<br />
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.</p>
<p>TANGGAPAN POSITIF<br />
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.</p>
<p>KESEDIAAN MENGALAH<br />
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado &#8220;kesediaan mengalah&#8221;. Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia  yang sempurna di dunia ini.</p>
<p>SENYUMAN<br />
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliiling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi?</p>
<p>KATA BIJAK HARI INI<br />
Hidup adalah sebuah tantangan, maka hadapilah. Hidup adalah sebuah lagu, maka nyanyikanlah. Hidup adalah sebuah mimpi, maka sadarilah. Hidup adalah sebuah permainan, maka mainkanlah. Hidup adalah cinta, maka nikmatilah .</p>
Posted in sekilas info Tagged: delapan, indah, kado <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangsapumasjid.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangsapumasjid.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangsapumasjid.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangsapumasjid.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangsapumasjid.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangsapumasjid.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangsapumasjid.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangsapumasjid.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangsapumasjid.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangsapumasjid.wordpress.com/537/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangsapumasjid.wordpress.com&blog=4373880&post=537&subd=tukangsapumasjid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangsapumasjid.wordpress.com/2009/11/11/delapan-kado-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0a522bf381e2e5cd12fc6b02043808d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tukangsapumasjid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Mengahapi Stres</title>
		<link>http://tukangsapumasjid.wordpress.com/2009/11/10/cara-mengahapi-stres/</link>
		<comments>http://tukangsapumasjid.wordpress.com/2009/11/10/cara-mengahapi-stres/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 07:24:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangsapumasjid</dc:creator>
				<category><![CDATA[sekilas info]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[stres]]></category>
		<category><![CDATA[management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangsapumasjid.wordpress.com/?p=535</guid>
		<description><![CDATA[Manajemen stres adalah kemampuan untuk mengendalikan diri ketika situasi, orang-orang, dan kejadian-kejadian yang ada memeberi tuntutan yang berlebihan. Apa yang dapat anda lakukan untuk mengatur stres anda? Strategi-strategi apa yang ada?


Perhatikan lingkunga sekitar anda
                  Lihatlah mungkin ada sesuatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangsapumasjid.wordpress.com&blog=4373880&post=535&subd=tukangsapumasjid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Manajemen stres adalah kemampuan untuk mengendalikan diri ketika situasi, orang-orang, dan kejadian-kejadian yang ada memeberi tuntutan yang berlebihan. Apa yang dapat anda lakukan untuk mengatur stres anda? Strategi-strategi apa yang ada?</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="10" width="600" border="0">
<tr>
<td valign="top" width="50%"><strong>Perhatikan lingkunga sekitar anda</strong><br />
                  Lihatlah mungkin ada sesuatu yang benar-benar dapat anda ubah<br />
                    atau kendalikan dalam situasi tersebut.</td>
<td valign="top" width="50%"><strong>Belajarlah cara terbaik untuk<br />
                    merelaksasikan diri anda<br /></strong></p>
<p>                  Meditasi dan latihan pernafasan telah terbukti efektif<br />
                    dalam mengendalikan stress. Berlatihlah untuk menjernihkan pikiran<br />
                    anda dari pikiran-pikiran yang menggangu.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="50%"><strong>Jauhkan diri anda dari<br />
                    situasi-situasi yang menekan<br />
                  </strong>Beri diri anda kesempatan untuk beristirahat biarpun<br />
                    hanya untuk beberapa saat setiap hari.</td>
<td valign="top" width="50%"><strong><b>Tentukan tujuan yang realistis<br />
                    bagi diri anda sendiri</b><br /></strong><br />
                  <font size="2">Dengan mengurangi jumlah kejadian-kejadian<br />
                    yang terjadi dalam hidup anda, anda akan dapat mengurangi beban yang<br />
                    berlebihan.</font></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="50%"><b>Jangan mempermasalahkan hal-hal yang<br />
                    sepele</b><br /><font size="2">Cobalah untuk memprioritaskan beberpa hal yang<br />
                    benar-benar penting dan biarkan yang lainnya mengikuti.</font></td>
<td valign="top" width="50%"><b>Jangan membebani diri anda secara<br />
                    berlebihan</b><strong><br /></strong><br />
                  <font size="2">dengan mengeluh mengenai seluruh beban kerja<br />
                    anda. Tangani setiap tugas sebagaimana mestinya, atau tangani secara<br />
                    selektif dengan memperhatikan beberapa prioritas.</font></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="50%"><b>Secara selektif ubahlah cara anda<br />
                    bereaksi</b><br /><font size="2">Tapi jangan terlalu banyak sekaligus. Fokuskan pada<br />
                    satu masalah dan kendalikan reaksi anda terhadap hal ini.</font>
                  </td>
<td valign="top" width="50%"><b>Ubahlah cara pandang anda</b><br />
                  <font size="2">Belajarlah untuk mengenali stress. Tingkatkan reaksi<br />
                    tubuh anda dan buatlah pengaturan diri terhadap stress.</font>
                  </td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="50%"><b>Hindari reaksi yang berlebihan</b><strong>;</strong><br />
                  <font size="2">Mengapa harus membenci jika sedikit tidak suka sudah<br />
                    cukup? Mengapa harus merasa bingung jika cukup dengan hanya merasa<br />
                    gugup? Mengapa harus mengamuk jika marah saja sudah cukup? Mengapa<br />
                    harus depresi ketika cukup dengan merasa sedih?</font>
                  </td>
<td valign="top" width="50%"><b>Lakukan sesuatu untuk orang lain</b><strong><br />
                  </strong><font size="2">Untuk melepaskan pikiran dari masalah anda<br />
                    sendiri.</font></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="50%"><b>Tidur secukupnya</b><br />
                  <font size="2">Kurang istirahat hanya akan memperburuk stress.</font></td>
<td valign="top" width="50%"><strong><b>Hindari stress</b><br />
                  </strong><font size="2">Dengan kegiatan-kegiatan fisik, misalnya<br />
                    jogging, tennis ataupun berkebun.</font></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="50%"><b>Hindari pengobatan diri sendiri atau<br />
                    menghindar</b><br /><font size="2">Alkohol dan obat-obatan dapat menyembunyikan stres.<br />
                    Namun tidak dapat membantu memecahkan masalah.</font>
                  </td>
<td valign="top" width="50%"><b>Tingkatkan ketahanan diri anda</b><br />
                  <font size="2">Yang harus digarisbawahi dari manajemen stress adalah<br />
                    ?Saya membuat diri saya sendiri sedih?.</font></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="100%" colspan="2">
<blockquote>
<p><b>Cobalah untuk ?memanfaatkan? stress</b><br />
                    <font size="2">Jika anda tidak dapat melawan apa yang mengganggu<br />
                        anda, dan anda tidak dapat menghindar darinya, berjalanlah seiring<br />
                        dengannya dan cobalah untuk memanfaatkannya secara produktif.</font>
                    </p>
</blockquote>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="100%" colspan="2">
<p>                  <b>Cobalah untuk menjadi<br />
                    seseorang yang positif</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tanamkan pada diri<br />
                    anda bahwa anda dapat mengatasi segala sesuatu dengan baik daripada<br />
                    hanya memikirkan betapa buruknya segala sesuatu yang terjadi. ?Stress<br />
                    sebenarnya dapat membantu ingatan, terutama pada ingatan jangka pendek<br />
                    dan tidak terlalu kompleks. Stress dapat menyebabkan peningkatan<br />
                    glukosa yang menuju otak, yang memberikan energi lebih pada neuron.<br />
                    Hal ini, sebaliknya, meningkatkan pembentukan dan pengembalian<br />
                    ingatan. Di sisi lain, jika stress terjadi secara terus-menerus, dapat<br />
                    menghambat pengiriman glukosa dan mengganggu ingatan.?<b> All Stress<br />
                    Up</b>,<br />
                  <a href="http://www.pioneerplanet.com/">St. Paul<br />
                    Pioneer Press Dispatch</a>, hal 8B, Senin, 30 November 1998.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="100%" colspan="2">
<blockquote>
<blockquote>
<p><font size="3">Yang terpenting, jika stress menempatkan<br />
                            anda dalam keadaan yang tidak teratasi atau mengganggu<br />
                            kegiatan sekolah anda, kehidupan sosial ataupun kehidupan<br />
                            kerja, <b>carilah bantuan ahli di pusat konseling sekolah<br />
                            anda.</b></font></p>
</blockquote>
</blockquote>
</td>
</tr>
</table>
<p>sumber:http://www.studygs.net/indon/stress.htm</p>
Posted in sekilas info Tagged: belajar, management, stres <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangsapumasjid.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangsapumasjid.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangsapumasjid.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangsapumasjid.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangsapumasjid.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangsapumasjid.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangsapumasjid.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangsapumasjid.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangsapumasjid.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangsapumasjid.wordpress.com/535/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangsapumasjid.wordpress.com&blog=4373880&post=535&subd=tukangsapumasjid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangsapumasjid.wordpress.com/2009/11/10/cara-mengahapi-stres/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0a522bf381e2e5cd12fc6b02043808d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tukangsapumasjid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Empat langkah untuk belajar yang efektif</title>
		<link>http://tukangsapumasjid.wordpress.com/2009/11/10/empat-langkah-untuk-belajar-yang-efektif/</link>
		<comments>http://tukangsapumasjid.wordpress.com/2009/11/10/empat-langkah-untuk-belajar-yang-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 07:12:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangsapumasjid</dc:creator>
				<category><![CDATA[sekilas info]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[pelit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangsapumasjid.wordpress.com/?p=533</guid>
		<description><![CDATA[

Mulai dengan masa lalu

Apakah pengalaman anda tentang cara belajar? Apakah anda
What was your experience about how you learn? Did you

senang membaca? memecahkan masalah? menghafalkan? bercerita?
                    menterjemah? berpidato? 
mengetahui cara menringkas? 
tanya dirimu sendiri tentang apa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangsapumasjid.wordpress.com&blog=4373880&post=533&subd=tukangsapumasjid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><table cellpadding="12" width="600" border="1" style="border-collapse:collapse;">
<tr>
<td width="18%" valign="top"><strong>Mulai dengan masa lalu</strong></p>
</td>
<td width="82%">Apakah pengalaman anda tentang cara belajar? Apakah anda</p>
<p>What was your experience about how you learn? Did you</p>
<ul>
<li>senang membaca? memecahkan masalah? menghafalkan? bercerita?<br />
                    menterjemah? berpidato? </li>
<li>mengetahui cara menringkas? </li>
<li>tanya dirimu sendiri tentang apa yang kamu pelajari?
                  </li>
<li>meninjau kembali? </li>
<li>punya akses ke informasi dari banyak sumber?
                  </li>
<li>menyukai ketenangan atau kelompok belajar?
                  </li>
<li>memerlukan beberapa waktu belajar singkat atau satu yang panjang?</li>
</ul>
<p>Apa kebiasaan belajar anda? Bagaimana tersusunnya? Yang mana terbaik?<br />
                terburuk?</p>
<p>Bagaimana anda berkomunikasi dengan apa yang anda ketahui belajar<br />
                paling baik? Melalui ujian tertulis, naskah, atau wawancara?</td>
</tr>
<tr>
<td width="18%" valign="top"><strong>Teruskanke masa sekarang</strong></p>
</td>
<td width="82%">Berminatkah anda?<br />Berapa banyak waktu saya ingin gunakan untuk belajar?<br />Apa yang bersaing dengan perhatian saya?</p>
<p>Apakah keadaannya benar untuk meraih sukses?<br />Apa yang bisa saya kontrol, dan apa yang di luar kontrol saya?<br />Bisakah saya merubah kondisi ini menjadi sukses?</p>
<p>Apa yang mempengaruhi pembaktian anda terhadap pelajaran ini?</p>
<p>Apakah saya punya rencana? Apakah rencanaku mempertimbangkan pengalaman<br />
                dan gaya belajar anda?</td>
</tr>
<tr>
<td width="18%" valign="top"><strong>Pertimbangkan<br />proses,</strong></p>
<p><strong>persoalan utama</strong></td>
<td width="82%">Apa judulnya?<br />Apa kunci kata yang menyolok?<br />Apakah saya mengerti?</p>
<p>Apakah yang telah saya ketahui?<br />Apakah saya mengetahui pelajaran sejenis lainnya?</p>
<p>Sumber-sumber dan informasi yang mana bisa membantu saya?<br />Apakah saya mengandalkan satu sumber saja (contoh, buku)?<br />Apakah saya perlu mencari sumber-sumber yang lain?</p>
<p>Sewaktu saya belajar, apakah saya tanya diri sendiri jika saya<br />
                mengerti? <br />Sebaiknya saya mempercepat atau memperlambat?<br />Jika saya tidak mengerti, apakah saya tanya kenapa?</p>
<p>Apakah saya berhenti dan meringkas?<br />Apakah saya berhenti dan bertanya jika ini logis?<br />Apakah saya berhenti dan mengevaluasi (setuju/tidak setuju)?</p>
<p>Apakah saya membutuhkan waktu untuk berpikir dan kembali lagi?<br />Apakah saya perlu mendiskusi dengan &quot;pelajar-pelajar&quot; lain untuk proces<br />
                informasin lebih lanjut?<br />Apakah saya perlu mencari &quot;para ahli&quot;, guruku atau pustakawan atau<br />
                ahliawan?</td>
</tr>
<tr>
<td width="18%" valign="top"><strong>Buat<br />review</strong></td>
<td width="82%">Apakah kerjaan saya benar?<br />Apakah bisa saya kerjakan lebih baik?<br />Apakah rencana saya serupa dengan &quot;diri sendiri&quot;?
<p>Apakah saya memilih<br />
                kondisi yang benar?<br />Apakah saya meneruskannya; apakah saya disipline pada diri sendiri?</p>
<p>Apakah anda sukses?<br />Apakah anda merayakan kesuksesan anda?</td>
</tr>
</table>
<p>sumber:http://www.studygs.net/indon/metacog.htm</p>
Posted in sekilas info Tagged: belajar, ilmu, pelit <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangsapumasjid.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangsapumasjid.wordpress.com/533/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangsapumasjid.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangsapumasjid.wordpress.com/533/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangsapumasjid.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangsapumasjid.wordpress.com/533/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangsapumasjid.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangsapumasjid.wordpress.com/533/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangsapumasjid.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangsapumasjid.wordpress.com/533/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangsapumasjid.wordpress.com&blog=4373880&post=533&subd=tukangsapumasjid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangsapumasjid.wordpress.com/2009/11/10/empat-langkah-untuk-belajar-yang-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0a522bf381e2e5cd12fc6b02043808d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tukangsapumasjid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kumpulan tips motivasi mario teguh</title>
		<link>http://tukangsapumasjid.wordpress.com/2009/10/19/kumpulan-tips-motivasi-mario-teguh/</link>
		<comments>http://tukangsapumasjid.wordpress.com/2009/10/19/kumpulan-tips-motivasi-mario-teguh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 23:56:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangsapumasjid</dc:creator>
				<category><![CDATA[my life]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[mario teguh]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangsapumasjid.wordpress.com/?p=530</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil
Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangsapumasjid.wordpress.com&blog=4373880&post=530&subd=tukangsapumasjid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_531" class="wp-caption alignleft" style="width: 360px"><a href="http://belajarbareng.net"><img class="size-full wp-image-531" title="mario-teguh" src="http://tukangsapumasjid.files.wordpress.com/2009/10/mario-teguh.jpg?w=350&#038;h=280" alt="mario teguh" width="350" height="280" /></a><p class="wp-caption-text">mario teguh</p></div>
<p>Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan<br />
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.<br />
Karena keseimbangan sikap adalah penentu<br />
ketepatan perjalanan kesuksesan anda</p>
<p>Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita<br />
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba<br />
itulah kita menemukan dan belajar membangun<br />
kesempatan untuk berhasil</p>
<p>Anda hanya dekat dengan mereka yang anda<br />
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang<br />
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah<br />
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru</p>
<p>Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi<br />
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus<br />
belajar, akan menjadi pemilik masa depan<span id="more-530"></span></p>
<p>Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi<br />
pencapaian kecemerlangan hidup yang di<br />
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa<br />
kesenangan adalah cara gembira menuju<br />
kegagalan</p>
<p>Jangan menolak perubahan hanya karena anda<br />
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena<br />
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa<br />
anda capai melalui perubahan itu</p>
<p>Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila<br />
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara<br />
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila<br />
cara-cara anda baru</p>
<p>Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.<br />
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap<br />
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong<br />
bila sikap anda salah</p>
<p>Orang lanjut usia yang berorientasi pada<br />
kesempatan adalah orang muda yang tidak<br />
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi<br />
pada keamanan, telah menua sejak muda</p>
<p>Hanya orang takut yang bisa berani, karena<br />
keberanian adalah melakukan sesuatu yang<br />
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan<br />
punya kesempatan untuk bersikap berani</p>
<p>Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan<br />
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang<br />
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang<br />
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.</p>
<p>Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui<br />
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan<br />
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan<br />
yang kemudian anda dapat</p>
<p>Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara<br />
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku<br />
seperti orang yang terus memeras jerami untuk<br />
mendapatkan santan</p>
<p>Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai<br />
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan<br />
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang<br />
yang berbakat</p>
<p>Kita lebih menghormati orang miskin yang berani<br />
daripada orang kaya yang penakut. Karena<br />
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa<br />
depan yang akan mereka capai</p>
<p>Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita<br />
ketahui, kapankah kita akan mendapat<br />
pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum<br />
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan</p>
<p>Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin.<br />
Dengan mencoba sesuatu yang tidak<br />
mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik<br />
dari yang mungkin anda capai.</p>
<p>Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup<br />
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang<br />
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang<br />
mendahulukan istirahat sebelum lelah.</p>
<p>Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa<br />
mengupayakan pelayanan yang terbaik.<br />
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang<br />
baik, maka andalah yang akan dicari uang</p>
<p>Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita<br />
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,<br />
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus<br />
mengubah diri kita sendiri</p>
<p>Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk<br />
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi<br />
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang<br />
seharusnya dilakukan saat muda.</p>
<p>Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat<br />
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita<br />
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik<br />
adalah sumber dari semua kekayaan</p>
<p>sumber:kaskus.us</p>
Posted in my life, umum Tagged: mario teguh, motivasi, tips <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangsapumasjid.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangsapumasjid.wordpress.com/530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangsapumasjid.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangsapumasjid.wordpress.com/530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangsapumasjid.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangsapumasjid.wordpress.com/530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangsapumasjid.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangsapumasjid.wordpress.com/530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangsapumasjid.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangsapumasjid.wordpress.com/530/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangsapumasjid.wordpress.com&blog=4373880&post=530&subd=tukangsapumasjid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangsapumasjid.wordpress.com/2009/10/19/kumpulan-tips-motivasi-mario-teguh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0a522bf381e2e5cd12fc6b02043808d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tukangsapumasjid</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangsapumasjid.files.wordpress.com/2009/10/mario-teguh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mario-teguh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kesederhanaan</title>
		<link>http://tukangsapumasjid.wordpress.com/2009/10/17/kesederhanaan/</link>
		<comments>http://tukangsapumasjid.wordpress.com/2009/10/17/kesederhanaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 13:51:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangsapumasjid</dc:creator>
				<category><![CDATA[my life]]></category>
		<category><![CDATA[arti]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kesederhanaan]]></category>
		<category><![CDATA[makna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangsapumasjid.wordpress.com/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[apakah kesederhanaan itu, dan barangkali dari diskusi kita akan sampai pada penemuan tentang kepekaan. Tampaknya kita mengira bahwa kesederhanaan hanya semata-mata ekspresi lahiriah, suatu pengunduran diri dari dunia: hanya mempunyai sekedar harta-benda, mengenakan selembar cawat, tak punya rumah, hanya mengenakan pakaian sedikit, mempunyai simpanan kecil di bank. Pastilah itu bukan kesederhanaan. ltu hanyalah suatu pameran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangsapumasjid.wordpress.com&blog=4373880&post=527&subd=tukangsapumasjid&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>apakah kesederhanaan itu, dan barangkali dari diskusi kita akan sampai pada penemuan tentang kepekaan. Tampaknya kita mengira bahwa kesederhanaan hanya semata-mata ekspresi lahiriah, suatu pengunduran diri dari dunia: hanya mempunyai sekedar harta-benda, mengenakan selembar cawat, tak punya rumah, hanya mengenakan pakaian sedikit, mempunyai simpanan kecil di bank. Pastilah itu bukan kesederhanaan. ltu hanyalah suatu pameran lahiriah.<span id="more-527"></span> Saya rasa kesederhanaan itu esensiil; tapi kesederhanaan hanya dapat terwujud apabila kita mulai memahami makna daripada mengenal diri sendiri.</p>
<p>Kesederhanaan bukan semata-mata penyesuaian terhadap sebuah pola. Diperlukan sejumlah besar inteligensi untuk hidup sederhana dan bukan semata-mata menyesuaikan diri terhadap suatu pola khusus, betapapun berharganya secara lahiriah. Sayang sekali sebagian besar dari kita memulai kesederhanaan itu dari luar, dalam hal-hal lahiriah. Bolehlah dikatakan mudah untuk hanya mempunyai sekedar harta-benda dan untuk merasa puas dengan kekayaan yang sedikit jumlahnya; untuk merasa marem dengan yang sedikit dan barangkali untuk membagi yang sedikit itu dengan orang lain. Tapi suatu ekspresi lahiriah semata mengenai kesederhanaan dalam hubungannya dengan benda-benda, dengan kekayaan, hal itu pastilah belum tentu berarti kesederhanaan dalam batin. Karena, sebagaimana keadaan dunia pada waktu ini, makin banyak saja benda yang disorong-sorongkan kepada kita, secara lahiriah, pada hidup duniawi. Hidup makin lama semakin kompleks. Untuk dapat lolos daripadanya, kita mencoba untuk membelakangi atau melepaskan diri dari harta-benda itu &#8212; dari mobil-mobil, rumah-rumah, organisasi-organisasi, dari gedung-gedung bioskop, dan dari sejumlah keadaan lahiriah yang dipaksakan kepada kita. Kita kira kita akan sederhana dengan mengundurkan diri dari dunia. Banyak sekali orang-orang suci, banyak sekali guru, telah membelakangi dunia; dan tampaknya bagi saya bahwa pembelakangan semacam itu pada pihak mana pun di antara kita tidak memecahkan persoalan. Kesederhanaan yang fundamental, nyata, hanya dapat ada dalam hidup batiniah; dan dari sanalah lahirnya ekspresi lahiriah itu. Jadi, bagaimanakah untuk hidup sederhana itu, itulah soalnya; karena kesederhanaan itulah yang menjadikan seseorang makin lama makin peka. Batin yang peka, hati yang peka, adalah esensiil, karena dengan itulah ia akan mampu untuk melihat dengan cepat, mawas dengan cepat.</p>
<p>Orang dapat sederhana secara batiniah, tentu saja, hanya dengan jalan memahami hambatan-hambatan, ikatan-ikatan batin, ketakutan, yang banyak dan yang mengungkung seseorang itu. Tapi banyak di antara kita yang suka dikungkung &#8211; oleh orang-orang, oleh hak-milik, oleh ide-ide. Kita suka kalau kita menjadi orang hukuman. Dalam batin, kita adalah narapidana, meski pun secara lahiriah kita tampak sangat sederhana. Dalam batin, kita adalah narapidana dari hasrat-hasrat kita, dari kebutuhan-kebutuhan kita, dari cita-cita kita, tawanan dari banyak sekali motivasi. Kesederhanaan tak dapat ditemukan kecuali kalau seseorang itu bebas batinnya. Karena itu kesederhanaan haruslah mulai dari dalam batin, bukan dari kehidupan lahir.</p>
<p>Ada kebebasan yang luar biasa apabila seseorang memahami seluruh proses kepercayaan, mengapa batin demikian lekat pada kepercayaan. Apabila ada kebebasan dari kepercayaan, maka kesederhanaan pun ada. Tapi kesederhanaan itu menuntut inteligensi, dan untuk inteligen seseorang harus sadar akan hambatan-hambatannya sendiri. Untuk hidup sadar, orang harus selalu waspada, tidak bercokol dalam suatu alur khusus, dalam suatu pola berpikir atau pola tindakan tertentu. Bagaimana pun, apa yang dilakukan orang dalam batinnya berpengaruh terhadap yang di luar. Masyarakat, atau tiap bentuk tingkah-laku, adalah proyeksi dari diri kita sendiri, dan tanpa adanya transformasi dalam batin, perundang-undangan semata hanya kecil sekali artinya bagi kehidupan lahiriah; perundang-undangan itu memang mendatangkan reformasi tertentu, penyesuaian-penyesuaian tertentu, tapi keadaan batin seseorang sebenarnya selalu mengalahkan wujud lahirnya.  Jika dalam batinnya orang serakah, ambisius, mengejar cita-cita tertentu, hal yang kompleks dalam batinnya itu tentulah akan mengacaukan, menumbangkan masyarakat yang di luar, betapa pun cermatnya reformasi itu direncanakan.</p>
<p>Karena itu orang harus mulai dari batinnya &#8212; bukan secara eksklusif, tanpa menolak yang di luar. Tentunya Anda sampai pada yang di batin dengan memahami yang di luar, dengan menemukan bagaimana konflik, perjuangan, penderitaan itu ada dalam hidup lahiriah; jika orang memeriksa sampai mendalam, tentu saja orang akan sampai pada keadaan-keadaan psikologis yang menghasilkan konflik-konflik dan penderitaan lahir itu. Ekspresi keluar itu hanyalah suatu petunjuk bagi keadaan batin kita, tapi untuk memahami keadaan batin itu orang harus mendekatinya melalui yang di luar. Banyak di antara kita yang melakukannya. Dalam memahami yang batiniah &#8211; tidak secara menyendiri tidak dengan menolak yang di luar, tapi dengan jalan memahami apa yang ada di luar dan dengan demikian sampai ke dalam batin &#8211; kita akan menemukan bahwa, selagi kita maju terus dengan pemeriksaan terhadap kehidupan batin kita yang berbelit-belit, kita jadi makin lama makin peka, bebas. Kesederhanaan batin itulah yang begitu esensiil, karena kesederhanaan itu menciptakan kepekaan. Batin yang tak peka, tidak waspada, tidak sadar, tidak akan mampu untuk menjadi reseptif, tak mampu melakukan perbuatan kreatif. Keseragaman sebagai suatu sarana untuk membuat kita sederhana benar-benar membuat pikiran dan perasaan tumpul, tidak peka. Tiap bentuk paksaan otoriter, yang dipaksakan oleh pemerintah, oleh diri sendiri, oleh cita-cita tentang prestise, dan seterusnya &#8211; tiap bentuk keseragaman pasti jadi penyebab hilangnya kepekaan, bagi ketiadaan kesederhanaan batin. Lahiriah, Anda boleh saja menyeragamkan diri dan memberikan penampilan kesederhanaan, seperti yang dilakukan oleh begitu banyak orang-orang yang religius. Mereka mempraktekkan macam-macam disiplin, bergabung de¬ngan macam-macarn organisasi, meditasi menurut suatu cara khusus, dan seterusnya &#8212; semua itu memberikan penampilan kesederhanaan, namun keseragaman semacam itu tidak mendatangkan kesederhanaan. Paksaan dari macam mana pun tidak pemah membawa kepada kesederhanaan. Sebaliknya, semakin Anda menindasnya, semakin banyak Anda melakukan subsitusi, semakin Anda sublimasikan, makin berkuranglah kesederhanaan itu, padahal semakin Anda mengerti proses sublimasi, desakan, substitusi, makin besar kemungkinan untuk hidup sederhana.</p>
<p>Masalah-masalah kita &#8211; sosial, lingkungan, politik, agama &#8211; demikian kompleks hingga kita hanya dapat memecahkannya dengan sederhana, bukan dengan menjadi luar biasa pintar dan cerdik. Orang yang sederhana melihat dengan cara yang lebih langsung, mempunyai pengalaman yang lebih langsung dibandingkan dengan orang yang kompleks. Batin kita telah begitu dijejali oleh pengetahuan yang tak ada batasnya mengenai fakta-fakta, tentang apa yang dikatakan orang lain, hingga kita jadi tak mampu untuk menjadi sederhana dan mendapatkan pengalaman sendiri secara langsung. Masalah-masalah ini membutuhkan suatu cara pendekatan yang baru dan masalah-masalah itu hanya dapat didekati secara demikian jika kita secara batiniah benar-benar sederhana. Kesederhanaan itu hanya datang melalui pengenalan terhadap diri-sendiri; melalui adanya pengertian terhadap diri sendiri; cara-cara kita berpikir dan merasa; gerak-gerik pikiran kita; respons respons kita; bagaimana kita menyeragamkan diri, karena rasa takut, terhadap pendapat umum, terhadap apa yang dikatakan orang lain, terhadap apa yang dikatakan oleh Buddha, oleh Kristus, santu-santu besar &#8211; semua itu menunjukkan sifat kita yang suka menyeragamkan diri demi mendapatkan rasa aman, untuk merasa terjamin. Jika seseorang mencari keamanan, jelas bahwa orang itu dalam suatu keadaan ketakutan dan karena itu tidak ada kesederhanaan padanya.</p>
<p>Tanpa hidup sederhana, orang tidak dapat peka; peka terhadap pepohonan, burung-burung, gunung-gunung, angin, terhadap semua benda yang ada di sekitar kita di dunia; kalau seseorang tidak sederhana ia tak bisa peka terhadap keakraban batin terhadap segala-sesuatu. Kebanyakan di antara kita hidup secara dangkal, hanya pada lapisan paling atas kesadaran kita; di situ kita mencoba untuk kontemplatik atau inteligen, yang adalah sinonim dengan hidup religius; di situ kita mencoba untuk membuat batin kita sederhana, dengan paksaan, melalui disiplin. Tapi itu bukanlah kesederhanaan. Pada waktu kita -memaksa lapisan atas batin kita untuk sederhana, paksaan semacam itu hanyalah membekukan akal-budi, tidak membikin batin itu menjadi luwes, jernih, sigap. Sederhana dalam keseluruhan, dalam proses total kesadaran kita adalah kerja keras yang sangat melelahkan; karena di dalamnya harus tidak ada sikap yang dicadangkan, harus ada suatu niat untuk mencari, untuk meneliti ke dalam proses kehidupan kita, yang berarti selalu wiweka terhadap setiap perasaan akrab, terhadap setiap isyarat; sadar akan rasa takut kita, akan harapan-harapan kita, dan memeriksa dan makin lama makin bebas dari semua perasaan itu. Hanya dengan demikian itulah, apabila pikiran dan perasaan benar-benar sederhana, tak dijadikan kerak yang karatan, maka kita akan mampu untuk memecahkan banyak sekali masalah yang kita hadapi.</p>
<p>Pengetahuan tidak akan memecahkan persoalan kita. Anda barangkali tahu, misalnya, bahwa ada reinkamasi, bahwa sesudah mati masih ada kelanjutan bagi hidup ini. Anda barangkali tahu, saya tidak mengatakan bahwa Anda tahu, Anda barangkali yakin akan hal itu. Tapi pengetahuan itu tidaklah memecahkan persoalannya. Mati tidak dapat diatur oleh teori, oleh informasi, atau oleh keyakinan. Mati itu jauh lebih misterius, lebih dalam, jauh lebih kreatif daripada itu.</p>
<p>Orang harus mempunyai kemampuan untuk memeriksa semua itu dengan cara yang baru; oleh karena hanya melalui pengalaman secara langsunglah persoalan-persoalan kita itu dapat dipecahkan, dan untuk memperoleh pengalaman langsung haruslah ada kesederhanaan, yang berarti bahwa harus ada kepekaan. Batin dibuat tumpul oleh bobot pengetahuan. Batin dibikin tumpul oleh masa lampau, oleh masa depan. Hanyalah batin yang mampu menempatkan dirinya pada masa kini, secara terus-menerus, dari saat ke saat, dapat menghadapi pengaruh-pengaruh yang kuat dan tekanan-tekanan yang tiada hentinya dilakukan terhadap kita oleh lingkungan.<br />
Jadi orang yang religius bukanlah orang yang mengenakan jubah atau cawat, atau yang hidup dengan hanya makan sekali sehari, atau yang telah mengangkat sumpah untuk menjadi ini dan tidak menjadi itu; tapi orang yang batinnya sederhana, yang tidak menjadi sesuatu. Batin yang demikian punya kemampuan reseptif yang luar biasa. karena di dalamnya tidak terdapat penghalang, tidak ada rasa takut, di dalamnya tidak ada suatu perjalanan untuk menjadi sesuatu; oleh karena itu batin itu mampu menerima berkah, Tuhan, kebenaran atau apa saja namanya. Tapi batin yang mengejar reatitas bukanlah batin yang sederhana. Batin yang mencari, mengusut, meraba-raba, dihasut, bukanlah batin yang sederhana. Batin yang seragam terhadap setiap pola otoritas, yang batiniah atau yang lahiriah, tidak dapat peka. Dan hanyalah apabila batin itu benar-benar peka, waspada, sadar akan semua peristiwa dalam dirinya, respons-responsnya, pikirannya sendiri, apabila batin itu tidak menjadi, tidak lagi membentuk dirinya sendiri untuk menjadi sesuatu &#8211; hanya dalam keadaan demikianlah batin itu mampu menerima apa yang benar. Hanya pada waktu itulah bisa ada kebahagiaan, karena kebahagiaan bukan sebuah tujuan &#8211; - melainkan buahnya realitas. Apabila batin dan hati itu telah menjadi sederhana dan karena itu peka &#8211; tidak melalui bentuk paksaan, pengarahan, atau penekanan apapun &#8211; maka kita akan melihat bahwa persoalan-persoalan kita dapat diurus sangat sederhana. Betapa pun kompleks persoalan-persoalan kita itu, kita akan mampu untuk mendekatinya secara segar dan melihatnya secara lain. Itulah apa yang dibutuhkan pada waktu sekarang: orang-orang yang mampu menghadapi kebingungan, kegoncangan, pertentangan secara baru, secara kreatif, sederhana &#8212; tidak dengan teori-teori maupun rumus-rumus, baik yang dari kiri mau pun dari kanan. Anda tidak dapat menghadapinya secara baru kalau Anda tidak sederhana.</p>
<p>Suatu problema hanya dapat dipecahkan kalau kita mendekatinya dengan cara demikian.  Kita tak dapat mendekatinya secara baru jika kita berpikir dalam pengertian-pengertian dari pola-pola pikiran tertentu, yang bersifat agama, politik atau apa pun lainnya. Jadi kita harus bebas dari semua perkara ini, supaya sederhana. Itulah sebabnya mengapa begitu penting untuk menyadari, untuk mempunyai kemampuan memahami proses pemikiran kita sendiri, untuk mengenali diri kita sendiri secara total; dari situ datang suatu kesederhanaan, suatu kerendahan hati, yang bukan merupakan kebajikan atau suatu tingkah laku yang dilatih. Kerendahan hati yang diperoleh bukan lagi sifat rendah hati. Batin yang membuat dirinya sendiri rendah hati bukan lagi batin yang rendah hati. Hanyalah apabila orang memiliki kerendahan hati, bukan kerendahan hati yang dipupuk, maka ia akan mampu untuk menghadapi hal-ihwal kehidupan yang begitu mendesak, karena dengan demikian orang itu tak lagi penting, ia tidak lagi melihat melalui tekanan-tekanannya sendiri dan rasa diri penting; ia akan memandang kepada persoalan itu sendiri dan kemudian ia mampu memecahkannya.</p>
<p>sumber:http://www.krishnamurti.or.id/crmah_dialog/dgksederhanaan.html</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;"><span style="font-family:Verdana;">apakah kesederhanaan itu, dan barangkali dari diskusi kita akan sampai pada penemuan tentang kepekaan. Tampaknya kita mengira bahwa kesederhanaan hanya semata-mata ekspresi lahiriah, suatu pengunduran diri dari dunia: hanya mempunyai sekedar harta-benda, mengenakan selembar cawat, tak punya rumah, hanya mengenakan pakaian sedikit, mempunyai simpanan kecil di bank. Pastilah itu bukan kesederhanaan. ltu hanyalah suatu pameran lahiriah. Saya rasa kesederhanaan itu esensiil; tapi kesederhanaan hanya dapat terwujud apabila kita mulai memahami makna daripada mengenal diri sendiri.</p>
<p>Kesederhanaan bukan semata-mata penyesuaian terhadap sebuah pola. Diperlukan sejumlah besar inteligensi untuk hidup sederhana dan bukan semata-mata menyesuaikan diri terhadap suatu pola khusus, betapapun berharganya secara lahiriah. Sayang sekali sebagian besar dari kita memulai kesederhanaan itu dari luar, dalam hal-hal lahiriah. Bolehlah dikatakan mudah untuk hanya mempunyai sekedar harta-benda dan untuk merasa puas dengan kekayaan yang sedikit jumlahnya; untuk merasa marem dengan yang sedikit dan barangkali untuk membagi yang sedikit itu dengan orang lain. Tapi suatu ekspresi lahiriah semata mengenai kesederhanaan dalam hubungannya dengan benda-benda, dengan kekayaan, hal itu pastilah belum tentu berarti kesederhanaan dalam batin. Karena, sebagaimana keadaan dunia pada waktu ini, makin banyak saja benda yang disorong-sorongkan kepada kita, secara lahiriah, pada hidup duniawi. Hidup makin lama semakin kompleks. Untuk dapat lolos daripadanya, kita mencoba untuk membelakangi atau melepaskan diri dari harta-benda itu &#8212; dari mobil-mobil, rumah-rumah, organisasi-organisasi, dari gedung-gedung bioskop, dan dari sejumlah keadaan lahiriah yang dipaksakan kepada kita. Kita kira kita akan sederhana dengan mengundurkan diri dari dunia. Banyak sekali orang-orang suci, banyak sekali guru, telah membelakangi dunia; dan tampaknya bagi saya bahwa pembelakangan semacam itu pada pihak mana pun di antara kita tidak memecahkan persoalan. Kesederhanaan yang fundamental, nyata, hanya dapat ada dalam hidup batiniah; dan dari sanalah lahirnya ekspresi lahiriah itu. Jadi, bagaimanakah untuk hidup sederhana itu, itulah soalnya; karena kesederhanaan itulah yang menjadikan seseorang makin lama makin peka. Batin yang peka, hati yang peka, adalah esensiil, karena dengan itulah ia akan mampu untuk melihat dengan cepat, mawas dengan cepat.</p>
<p>Orang dapat sederhana secara batiniah, tentu saja, hanya dengan jalan memahami hambatan-hambatan, ikatan-ikatan batin, ketakutan, yang banyak dan yang mengungkung seseorang itu. Tapi banyak di antara kita yang suka dikungkung &#8211; oleh orang-orang, oleh hak-milik, oleh ide-ide. Kita suka kalau kita menjadi orang hukuman. Dalam batin, kita adalah narapidana, meski pun secara lahiriah kita tampak sangat sederhana. Dalam batin, kita adalah narapidana dari hasrat-hasrat kita, dari kebutuhan-kebutuhan kita, dari cita-cita kita, tawanan dari banyak sekali motivasi. Kesederhanaan tak dapat ditemukan kecuali kalau seseorang itu bebas batinnya. Karena itu kesederhanaan haruslah mulai dari dalam batin, bukan dari kehidupan lahir.</p>
<p>Ada kebebasan yang luar biasa apabila seseorang memahami seluruh proses kepercayaan, mengapa batin demikian lekat pada kepercayaan. Apabila ada kebebasan dari kepercayaan, maka kesederhanaan pun ada. Tapi kesederhanaan itu menuntut inteligensi, dan untuk inteligen seseorang harus sadar akan hambatan-hambatannya sendiri. Untuk hidup sadar, orang harus selalu waspada, tidak bercokol dalam suatu alur khusus, dalam suatu pola berpikir atau pola tindakan tertentu. Bagaimana pun, apa yang dilakukan orang dalam batinnya berpengaruh terhadap yang di luar. Masyarakat, atau tiap bentuk tingkah-laku, adalah proyeksi dari diri kita sendiri, dan tanpa adanya transformasi dalam batin, perundang-undangan semata hanya kecil sekali artinya bagi kehidupan lahiriah; perundang-undangan itu memang mendatangkan reformasi tertentu, penyesuaian-penyesuaian tertentu, tapi keadaan batin seseorang sebenarnya selalu mengalahkan wujud lahirnya.  Jika dalam batinnya orang serakah, ambisius, mengejar cita-cita tertentu, hal yang kompleks dalam batinnya itu tentulah akan mengacaukan, menumbangkan masyarakat yang di luar, betapa pun cermatnya reformasi itu direncanakan.</p>
<p>Karena itu orang harus mulai dari batinnya &#8212; bukan secara eksklusif, tanpa menolak yang di luar. Tentunya Anda sampai pada yang di batin dengan memahami yang di luar, dengan menemukan bagaimana konflik, perjuangan, penderitaan itu ada dalam hidup lahiriah; jika orang memeriksa sampai mendalam, tentu saja orang akan sampai pada keadaan-keadaan psikologis yang menghasilkan konflik-konflik dan penderitaan lahir itu. Ekspresi keluar itu hanyalah suatu petunjuk bagi keadaan batin kita, tapi untuk memahami keadaan batin itu orang harus mendekatinya melalui yang di luar. Banyak di antara kita yang melakukannya. Dalam memahami yang batiniah &#8211; tidak secara menyendiri tidak dengan menolak yang di luar, tapi dengan jalan memahami apa yang ada di luar dan dengan demikian sampai ke dalam batin &#8211; kita akan menemukan bahwa, selagi kita maju terus dengan pemeriksaan terhadap kehidupan batin kita yang berbelit-belit, kita jadi makin lama makin peka, bebas. Kesederhanaan batin itulah yang begitu esensiil, karena kesederhanaan itu menciptakan kepekaan. Batin yang tak peka, tidak waspada, tidak sadar, tidak akan mampu untuk menjadi reseptif, tak mampu melakukan perbuatan kreatif. Keseragaman sebagai suatu sarana untuk membuat kita sederhana benar-benar membuat pikiran dan perasaan tumpul, tidak peka. Tiap bentuk paksaan otoriter, yang dipaksakan oleh pemerintah, oleh diri sendiri, oleh cita-cita tentang prestise, dan seterusnya &#8211; tiap bentuk keseragaman pasti jadi penyebab hilangnya kepekaan, bagi ketiadaan kesederhanaan batin. Lahiriah, Anda boleh saja menyeragamkan diri dan memberikan penampilan kesederhanaan, seperti yang dilakukan oleh begitu banyak orang-orang yang religius. Mereka mempraktekkan macam-macam disiplin, bergabung de¬ngan macam-macarn organisasi, meditasi menurut suatu cara khusus, dan seterusnya &#8212; semua itu memberikan penampilan kesederhanaan, namun keseragaman semacam itu tidak mendatangkan kesederhanaan. Paksaan dari macam mana pun tidak pemah membawa kepada kesederhanaan. Sebaliknya, semakin Anda menindasnya, semakin banyak Anda melakukan subsitusi, semakin Anda sublimasikan, makin berkuranglah kesederhanaan itu, padahal semakin Anda mengerti proses sublimasi, desakan, substitusi, makin besar kemungkinan untuk hidup sederhana.</p>
<p>Masalah-masalah kita &#8211; sosial, lingkungan, politik, agama &#8211; demikian kompleks hingga kita hanya dapat memecahkannya dengan sederhana, bukan dengan menjadi luar biasa pintar dan cerdik. Orang yang sederhana melihat dengan cara yang lebih langsung, mempunyai pengalaman yang lebih langsung dibandingkan dengan orang yang kompleks. Batin kita telah begitu dijejali oleh pengetahuan yang tak ada batasnya mengenai fakta-fakta, tentang apa yang dikatakan orang lain, hingga kita jadi tak mampu untuk menjadi sederhana dan mendapatkan pengalaman sendiri secara langsung. Masalah-masalah ini membutuhkan suatu cara pendekatan yang baru dan masalah-masalah itu hanya dapat didekati secara demikian jika kita secara batiniah benar-benar sederhana. Kesederhanaan itu hanya datang melalui pengenalan terhadap diri-sendiri; melalui adanya pengertian terhadap diri sendiri; cara-cara kita berpikir dan merasa; gerak-gerik pikiran kita; respons respons kita; bagaimana kita menyeragamkan diri, karena rasa takut, terhadap pendapat umum, terhadap apa yang dikatakan orang lain, terhadap apa yang dikatakan oleh Buddha, oleh Kristus, santu-santu besar &#8211; semua itu menunjukkan sifat kita yang suka menyeragamkan diri demi mendapatkan rasa aman, untuk merasa terjamin. Jika seseorang mencari keamanan, jelas bahwa orang itu dalam suatu keadaan ketakutan dan karena itu tidak ada kesederhanaan padanya.</p>
<p>Tanpa hidup sederhana, orang tidak dapat peka; peka terhadap pepohonan, burung-burung, gunung-gunung, angin, terhadap semua benda yang ada di sekitar kita di dunia; kalau seseorang tidak sederhana ia tak bisa peka terhadap keakraban batin terhadap segala-sesuatu. Kebanyakan di antara kita hidup secara dangkal, hanya pada lapisan paling atas kesadaran kita; di situ kita mencoba untuk kontemplatik atau inteligen, yang adalah sinonim dengan hidup religius; di situ kita mencoba untuk membuat batin kita sederhana, dengan paksaan, melalui disiplin. Tapi itu bukanlah kesederhanaan. Pada waktu kita -memaksa lapisan atas batin kita untuk sederhana, paksaan semacam itu hanyalah membekukan akal-budi, tidak membikin batin itu menjadi luwes, jernih, sigap. Sederhana dalam keseluruhan, dalam proses total kesadaran kita adalah kerja keras yang sangat melelahkan; karena di dalamnya harus tidak ada sikap yang dicadangkan, harus ada suatu niat untuk mencari, untuk meneliti ke dalam proses kehidupan kita, yang berarti selalu wiweka terhadap setiap perasaan akrab, terhadap setiap isyarat; sadar akan rasa takut kita, akan harapan-harapan kita, dan memeriksa dan makin lama makin bebas dari semua perasaan itu. Hanya dengan demikian itulah, apabila pikiran dan perasaan benar-benar sederhana, tak dijadikan kerak yang karatan, maka kita akan mampu untuk memecahkan banyak sekali masalah yang kita hadapi.</p>
<p>Pengetahuan tidak akan memecahkan persoalan kita. Anda barangkali tahu, misalnya, bahwa ada reinkamasi, bahwa sesudah mati masih ada kelanjutan bagi hidup ini. Anda barangkali tahu, saya tidak mengatakan bahwa Anda tahu, Anda barangkali yakin akan hal itu. Tapi pengetahuan itu tidaklah memecahkan persoalannya. Mati tidak dapat diatur oleh teori, oleh informasi, atau oleh keyakinan. Mati itu jauh lebih misterius, lebih dalam, jauh lebih kreatif daripada itu.</p>
<p>Orang harus mempunyai kemampuan untuk memeriksa semua itu dengan cara yang baru; oleh karena hanya melalui pengalaman secara langsunglah persoalan-persoalan kita itu dapat dipecahkan, dan untuk memperoleh pengalaman langsung haruslah ada kesederhanaan, yang berarti bahwa harus ada kepekaan. Batin dibuat tumpul oleh bobot pengetahuan. Batin dibikin tumpul oleh masa lampau, oleh masa depan. Hanyalah batin yang mampu menempatkan dirinya pada masa kini, secara terus-menerus, dari saat ke saat, dapat menghadapi pengaruh-pengaruh yang kuat dan tekanan-tekanan yang tiada hentinya dilakukan terhadap kita oleh lingkungan.<br />
Jadi orang yang religius bukanlah orang yang mengenakan jubah atau cawat, atau yang hidup dengan hanya makan sekali sehari, atau yang telah mengangkat sumpah untuk menjadi ini dan tidak menjadi itu; tapi orang yang batinnya sederhana, yang tidak menjadi sesuatu. Batin yang demikian punya kemampuan reseptif yang luar biasa. karena di dalamnya tidak terdapat penghalang, tidak ada rasa takut, di dalamnya tidak ada suatu perjalanan untuk menjadi sesuatu; oleh karena itu batin itu mampu menerima berkah, Tuhan, kebenaran atau apa saja namanya. Tapi batin yang mengejar reatitas bukanlah batin yang sederhana. Batin yang mencari, mengusut, meraba-raba, dihasut, bukanlah batin yang sederhana. Batin yang seragam terhadap setiap pola otoritas, yang batiniah atau yang lahiriah, tidak dapat peka. Dan hanyalah apabila batin itu benar-benar peka, waspada, sadar akan semua peristiwa dalam dirinya, respons-responsnya, pikirannya sendiri, apabila batin itu tidak menjadi, tidak lagi membentuk dirinya sendiri untuk menjadi sesuatu &#8211; hanya dalam keadaan demikianlah batin itu mampu menerima apa yang benar. Hanya pada waktu itulah bisa ada kebahagiaan, karena kebahagiaan bukan sebuah tujuan &#8211; - melainkan buahnya realitas. Apabila batin dan hati itu telah menjadi sederhana dan karena itu peka &#8211; tidak melalui bentuk paksaan, pengarahan, atau penekanan apapun &#8211; maka kita akan melihat bahwa persoalan-persoalan kita dapat diurus sangat sederhana. Betapa pun kompleks persoalan-persoalan kita itu, kita akan mampu untuk mendekatinya secara segar dan melihatnya secara lain. Itulah apa yang dibutuhkan pada waktu sekarang: orang-orang yang mampu menghadapi kebingungan, kegoncangan, pertentangan secara baru, secara kreatif, sederhana &#8212; tidak dengan teori-teori maupun rumus-rumus, baik yang dari kiri mau pun dari kanan. Anda tidak dapat menghadapinya secara baru kalau Anda tidak sederhana.</p>
<p>Suatu problema hanya dapat dipecahkan kalau kita mendekatinya dengan cara demikian.  Kita tak dapat mendekatinya secara baru jika kita berpikir dalam pengertian-pengertian dari pola-pola pikiran tertentu, yang bersifat agama, politik atau apa pun lainnya. Jadi kita harus bebas dari semua perkara ini, supaya sederhana. Itulah sebabnya mengapa begitu penting untuk menyadari, untuk mempunyai kemampuan memahami proses pemikiran kita sendiri, untuk mengenali diri kita sendiri secara total; dari situ datang suatu kesederhanaan, suatu kerendahan hati, yang bukan merupakan kebajikan atau suatu tingkah laku yang dilatih. Kerendahan hati yang diperoleh bukan lagi sifat rendah hati. Batin yang membuat dirinya sendiri rendah hati bukan lagi batin yang rendah hati. Hanyalah apabila orang memiliki kerendahan hati, bukan kerendahan hati yang dipupuk, maka ia akan mampu untuk menghadapi hal-ihwal kehidupan yang begitu mendesak, karena dengan demikian orang itu tak lagi penting, ia tidak lagi melihat melalui tekanan-tekanannya sendiri dan rasa diri penting; ia akan memandang kepada persoalan itu sendiri dan kemudian ia mampu memecahkannya.</span></div>
Posted in my life Tagged: arti, gaya hidup, kesederhanaan, makna <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangsapumasjid.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangsapumasjid.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangsapumasjid.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangsapumasjid.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangsapumasjid.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangsapumasjid.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangsapumasjid.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangsapumasjid.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangsapumasjid.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangsapumasjid.wordpress.com/527/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangsapumasjid.wordpress.com&blog=4373880&post=527&subd=tukangsapumasjid&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangsapumasjid.wordpress.com/2009/10/17/kesederhanaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0a522bf381e2e5cd12fc6b02043808d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tukangsapumasjid</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>